Kembali ke tahun 2016, saat Tigor dan Citra memulai langkah formal mereka dalam tradisi Partumpolon. Ada semangat yang berbeda dalam setiap upacara Batak: sebuah perpaduan antara ketegasan adat dan kelembutan kasih sayang keluarga yang menyatu dalam satu ruangan.
Tigor dan Citra membawakan diri mereka dengan penuh rasa hormat. Setiap langkah yang mereka ambil di antara jajaran keluarga bukan sekadar seremoni, melainkan pernyataan kesiapan untuk membangun masa depan bersama. Warna-warna cerah dari kebaya dan tenunan Ulos menjadi kontras yang indah dengan momen-momen serius saat janji diucapkan.
Bagi saya, mendokumentasikan Partumpolon Tigor & Citra adalah tentang menangkap kejujuran di mata mereka. Tidak perlu banyak hiasan berlebih; esensi dari hari itu sudah cukup kuat: komitmen yang tulus dan dukungan tak terhingga dari orang-orang tersayang.
