September 2018 menjadi puncak perayaan Bulan Musik di HKBP Rawamangun yang sangat membekas di ingatan. Gereja bertransformasi menjadi sebuah aula konser yang penuh dengan energi artistik. Sorotan utama malam itu tertuju pada penampilan orkestra yang luar biasa. Salah satu frame favorit saya adalah potret seorang pemain biola yang sedang menghayati melodi dengan latar belakang cahaya remang, menciptakan siluet yang dramatis sekaligus syahdu. Gesekan dawai yang merdu mengisi setiap sudut ruangan, membawa jemaat dalam kontemplasi musikal yang mendalam.
Keindahan acara ini bukan hanya terletak pada musisi profesionalnya, tetapi juga pada partisipasi aktif generasi masa depan. Saya sangat terkesan melihat anak-anak yang tampil dengan kaos warna-warni, menari dan bergerak mengikuti irama dengan penuh semangat di hadapan para orang tua yang bangga merekam momen tersebut. Kontras antara kemegahan simfoni orkestra dan kepolosan gerak anak-anak menciptakan sebuah harmoni persembahan yang sangat unik dan menyentuh hati.
Mendokumentasikan Malam Puji-pujian ini adalah tentang menangkap beragam spektrum ekspresi manusia saat bersentuhan dengan musik. Dari konsentrasi penuh para pemain instrumen hingga tawa ceria para penampil cilik, semuanya terjalin dalam satu benang merah syukur. Terima kasih kepada panitia Bulan Musik 2018 yang telah merancang perayaan seindah ini. Semoga melodi kebahagiaan malam itu terus bergema dalam hati kita semua, mengingatkan akan pentingnya merayakan talenta untuk kemuliaan nama-Nya.
