Juni 2014 menjadi catatan sejarah penting bagi HKBP Rawamangun saat seluruh jemaat bersatu merayakan Jubileum emas yang ke-50 di Gedung Mulia & Raja, Kebon Nanas, Jakarta. Suasana gegap gempita menyelimuti setiap sudut perayaan, menandai perjalanan panjang sebuah komunitas iman yang telah bertumbuh selama setengah abad. Fokus utama dari dokumentasi saya kali ini tertuju pada energi luar biasa dari generasi muda gereja. Mereka tampil memukau dengan balutan busana tradisional Batak yang dipadu dengan semangat modernitas, menciptakan kontras yang indah antara tradisi dan masa depan.
Dari barisan penari cilik yang tampil dengan polah tingkah yang menggemaskan hingga remaja yang menari dengan penuh penghayatan, setiap gerakan adalah sebuah bentuk persembahan syukur. Saya sangat menyukai bagaimana warna-warna cerah dari kain ulos dan senyum tulus para peserta memberikan nafas hidup pada setiap foto. Jubileum bukan hanya tentang angka, melainkan tentang merayakan warisan nilai dan kerukunan yang telah dijaga dengan baik oleh para pendahulu dan kini diteruskan oleh anak-cucu mereka.
Mendokumentasikan peristiwa besar seperti Jubileum 50 tahun adalah tentang menangkap semangat kolektif sebuah komunitas. Frame demi frame membekukan momen kebersamaan yang mungkin hanya akan terjadi sekali dalam seumur hidup. Terima kasih kepada panitia dan seluruh jemaat HKBP Rawamangun yang telah mempercayakan saya untuk menjadi bagian dari perayaan bersejarah ini. Semoga semangat Jubileum ini terus membakar semangat pelayanan dan kasih di antara sesama untuk tahun-tahun mendatang.
Untuk melihat hasil dokumentasi selengkapnya, silakan klik tautan berikut ini: https://bit.ly/3PcsGW9
