Februari 2014 menjadi momen istimewa bagi komunitas Ibadah Khusus (Kebaktian 12.30) HKBP Rawamangun. Perayaan hari ulang tahun yang ke-13 ini bukan sekadar seremoni potong kue, melainkan sebuah ungkapan syukur yang mendalam atas penyertaan Tuhan selama lebih dari satu dekade. Di tengah padatnya jadwal ibadah, komunitas ini terus tumbuh menjadi wadah yang inklusif dan penuh energi bagi jemaat yang mendambakan suasana persekutuan yang berbeda namun tetap berakar pada iman.
Suasana perayaan hari itu dipenuhi dengan senyum dan kehangatan. Kue cokelat yang manis menjadi simbol kecil dari manisnya persaudaraan yang telah terjalin selama tiga belas tahun terakhir. Setiap lagu yang dinyanyikan dan setiap doa yang dipanjatkan membawa semangat baru untuk terus melayani dan menjadi berkat bagi sesama. Sebagai fotografer, saya berusaha menangkap interaksi-interaksi tulus yang terjadi, sebuah potret tentang komunitas yang saling mendukung dan menguatkan.
Mendokumentasikan tonggak sejarah seperti HUT ke-13 ini adalah tentang mengabadikan jiwa dari sebuah pelayanan. Frame demi frame menangkap kegembiraan jemaat yang lintas generasi, membuktikan bahwa semangat melayani Tuhan tidak mengenal batas usia. Terima kasih telah mengizinkan saya menjadi bagian dari hari yang membahagiakan ini. Semoga Ibadah Khusus HKBP Rawamangun terus bercahaya dan menjadi rumah yang penuh kasih bagi setiap jiwa yang datang.
