Gedung Mayora II di Jakarta Timur menjadi latar bagi kemeriahan Pesta Bonataon Punguan Pomparan Raja Tampubolon (PRTB) Se-Jabodetabek pada Februari 2015. Acara ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah wadah bagi ratusan jemaat dan keluarga besar untuk melepas rindu sembari merawat nilai-nilai luhur budaya Batak di tengah hiruk pikuk ibukota. Semangat kebersamaan begitu kental terasa, menyatukan setiap generasi dalam satu identitas yang kuat.
Dari prosesi adat yang khidmat hingga hiburan musik yang penuh sukacita, setiap elemen acara dirancang untuk merayakan jati diri. Momen-momen di mana lagu-lagu daerah dikumandangkan serentak mencerminkan betapa kuatnya ikatan batin di antara mereka. Sebagai fotografer, saya berusaha menangkap ekspresi kebanggaan tersebut: tatapan haru para tetua, tawa lepas anak-anak, dan genggaman tangan erat yang menjadi simbol bahwa darah Tampubolon akan selalu saling menjaga.
Mendokumentasikan Pesta Bonataon adalah tentang membekukan semangat kekeluargaan. Foto-foto ini menjadi pengingat bahwa sejauh apa pun kita merantau, akar budaya dan silsilah keluarga akan selalu menjadi rumah tempat kita kembali. Terima kasih telah mempercayakan saya untuk menjadi bagian dari perayaan yang penuh makna ini. Semoga Punguan PRTB terus jaya dan menjadi berkat bagi sesama.
