Dalam setiap helai kain Ulos yang dikenakan, mengalir ribuan tahun sejarah dan tradisi yang tak pernah pudar. Bagi Aprizal dan Debora, sesi pre-wedding ini bukan sekadar persiapan menuju hari besar, melainkan sebuah janji untuk selalu memegang teguh identitas mereka di tengah gempuran zaman yang terus berubah.
Berdiri di hadapan latar belakang arsitektur modern yang minimalis, kontras warna merah dan emas dari pakaian adat mereka tampak begitu nyata dan bercerita. Ada sebuah pesan yang ingin disampaikan: bahwa cinta mereka berpijak pada fondasi yang kuat, menghormati masa lalu sembari melangkah mantap menuju hari esok yang penuh harapan. Cara mereka saling menggenggam tangan menunjukkan kesiapan untuk membangun kehidupan baru yang harmonis.
Sebagai fotografer, saya selalu tertantang untuk menggabungkan elemen tradisional dengan estetika visual yang kontemporer. Bersama Aprizal dan Debora, tantangan itu menjadi sebuah perjalanan kreatif yang menyenangkan. Frame demi frame membekukan kejujuran emosi mereka, membuktikan bahwa warisan budaya akan selalu memiliki tempat yang indah dalam setiap narasi cinta masa kini.
